Langsung ke konten utama

Surga di Desa Wanaraja


Gemericik suara air dan tawa riang anak-anak yang menjadi suasana khas Desa Wanaraja, Kabupaten Garut. Suara tersebut muncul dari salah satu mata air yang terdapat di Kabupaten Garut. Lokasinya tidak jauh dari Pasar Wanaraja maka tempat tersebut mudah untuk dicari.

Siang hari ataupun sore hari mata air itu tidak pernah sepi oleh sejumlah anak-anak untuk bermain, dan terkadang juga orang dewasa ikut membasahi diri disana.

Mata air Cikara disebut sebagai mata air yang tidak ada habisnya. Warga Desa tersebut mempercayai bahwa musim kemarau maupun musim hujan air di mata air itu tidak akan surut sampai kapan pun.

Di satu sudut mata air Cikara, terdapat suatu kolam untuk mandi. Kolam tersebut biasanya hanya sering digunakan untuk mandi suci ataupun untuk melakukan adat istiadat setempat. Dikelilingi oleh pepohonan kelapa dan pepohonan lainnya menambah kesan sejuk mata air Cikara.


          Tempat ini menjadi salah satu rekomendasi tujuan wisata. Apalagi tempatnya masih alami dan memang belum ada pengelolaan yang terstruktur. Hanya warga setempat yang merawat tempat tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Datang katingali tarang, Balik katingali punduk

Selain budaya, gaya hidup, cara hidup, posisi rumah di kampung naga pun diatur sedemikian rupa yang berpergang pada filosofi “Datang katingali tarang, Balik katingali punduk” . Arti dari filosofi tersebut adalah warga saling mengetahui keberadaan warga sekitar, mulai dari pergi keluar, masuk kerumah, masuk membawa tamu dsb. Hal ini menjadi penting karena menurut penduduknya agar  tidak timbul kecurigaan atau yang biasa disebut su’zon tentang siapa saja yang berada di dalam rumah atau sedang melakukan apa di dalam rumah. Dengan posisi pintuberhadapan warga saling tahu aktifitas warga lainnya.                                                                 ...

Panjat Pinang Senja

Peserta panjat pinang menaiki pinang dalam acara menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke 70 di Komplek Bumi Harapan, Kelurahan Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (17/8/2015).

Membingkai Banjir Dengan Foto Jurnalistik

Banjir merupakan suatu peristiwa yang menjadi tujuan liputan bagi seorang jurnalis, namun dalam praktiknya, tidaklah cukup mudah untuk melakukan sebuah liputan atau suatu kegiatan kejurnalistikan dalam peristiwa banjir. Di Bandung, khususnya di daerah Bandung Selatan selalu terjadi banjir yang diakibatkan oleh luapan air Sungai Citarum. Sedikitnya peristiwa tahunan tersebut selalu mengakibatkan kerugian materi dan ribuan jiwa mengungsi ke posko-posko relawan atau yang disediakan oleh lembaga. Dibalik derita korban banjir, jurnalis foto mencoba untuk membingkai beberapa momen peristiwa banjir serta momen-momen unik yang terkadang luput dari pandangan orang. Banjir, dalam bingkai foto jurnalistik selain menyampaikan derita rakyat kepada pemerintah, juga menawarkan sentuhan kemanusiaan lewat seni yang dibangun lewat cahaya. Dalam foto jurnalistik Peristiwa Banjir termasuk kedalam kategori spot news (peristiwa yang tidak teragendakan) . Namun masih banyak perdebatan dalam pengkateg...